Ini bukan artikel tentang musik Indonesia. Ini halaman alat. Paste link YouTube di bawah, dan kamu dapat file MP3 dalam hitungan detik. Tanpa install aplikasi, tanpa daftar akun, tanpa iklan pop-up, tanpa redirect ke situs judi. Sisanya halaman ini menjelaskan cara kerja alat, apa yang tidak bisa dilakukan, dan apa kata UU Hak Cipta Indonesia soal download untuk kepentingan pribadi.
Paste link YouTube di sini — dapat MP3 dalam hitungan detik
Saya Soma Yano, software engineer dari Jepang yang membuat dan menjalankan Petarico sendiri. Saya tinggal di Tokyo, bukan di Indonesia. Tapi data penggunaan Petarico dan laporan DataReportal 2025 menunjukkan sesuatu yang menarik: meskipun 72,8% orang Indonesia sudah pakai layanan streaming musik, permintaan download MP3 tetap tinggi. Alasannya bukan soal harga data — paket internet Indonesia termasuk murah dibanding India dan Brasil. Alasannya soal di mana dan bagaimana musik diputar.
Buka lagu yang mau di-download di YouTube. Di HP, tap Bagikan lalu Salin link. Di komputer, copy URL dari address bar. Baik link panjang (https://youtube.com/watch?v=...) maupun link pendek (https://youtu.be/...) bisa dipakai.
Paste link di kolom di atas halaman ini, lalu pilih MP3. Browser apa saja bisa — Chrome, Samsung Internet, Opera Mini, Firefox. Tidak perlu install apa pun.
Progress bar akan bergerak dari 0% ke 100%. Lagu 3-5 menit biasanya selesai dalam 10-20 detik. Saat sudah 100%, tombol Download muncul. Tap, dan file MP3 masuk ke folder Download di HP kamu — dengan nama lagu yang benar sebagai nama file, bukan video_xH3kj.mp3 seperti di banyak situs lain.
Paket internet Indonesia memang lebih murah dari India, tapi buat pengguna Axis Rp 29.000 / 6 GB, setiap MB tetap berharga. Dan yang lebih penting: download sekali = putar tanpa buffering, bahkan di daerah tanpa sinyal.
Satu lagu 4 menit = ~3,75 MB kalau di-download sekali (MP3 128 kbps). Kalau streaming, setiap kali putar = ~24 MB. Putar 10 kali = 10× lebih boros kuota. Geser slider di bawah untuk lihat perbandingannya di paket kamu.
Kamu tidak perlu baca bagian ini untuk pakai alatnya — tapi kalau kamu penasaran ke mana data kamu pergi, ini penjelasannya.
Link YouTube yang kamu paste dikirim lewat HTTPS ke server AWS di Tokyo. Tidak ada data pribadi yang dikirim — hanya link video, format (MP3), dan ID anonim untuk tracking progress.
Server Petarico menggunakan yt-dlp (tool open-source standar industri) untuk mengambil stream audio dari YouTube melalui proxy di Jerman, Italia, Prancis, atau Inggris — dipilih acak dari pool 15 IP. Proses ini butuh 5-30 detik tergantung durasi video.
Audio dikonversi ke MP3 constant-bitrate 128 kbps oleh ffmpeg menggunakan encoder LAME. 128 kbps dipilih karena tes dengar buta menunjukkan mayoritas pendengar tidak bisa membedakannya dari kualitas CD di HP dan earphone biasa. Menaikkan ke 320 kbps hanya menggandakan ukuran file tanpa perbaikan suara yang terdengar.
MP3 disimpan sementara di Amazon S3, URL download dikirim ke browser kamu, dan file dihapus otomatis dalam 1 jam. Tidak ada yang tersimpan di server Petarico setelah itu.
Saya software engineer, bukan pengacara. Kalau kamu butuh jawaban pasti untuk penggunaan komersial (acara hajatan dengan DJ, siaran, restoran), konsultasikan dengan pengacara hak cipta. Yang bisa saya lakukan adalah menunjukkan sumber hukum aslinya supaya kamu bisa baca sendiri.
"Penggandaan untuk kepentingan pribadi atas Ciptaan yang telah dilakukan Pengumuman hanya dapat dibuat sebanyak 1 (satu) salinan dan dapat dilakukan tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta."
— UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Pasal 46 ayat (1) · WIPO Lex · Wikisource (teks lengkap bahasa Inggris)
Pasal 46 ditulis dalam konteks salinan fisik (fotokopi, kaset) dan belum secara eksplisit diperbarui untuk download digital. Namun ada dua fakta yang perlu diketahui:
Sumber hukum tambahan: Hukumonline — Pasal 44 UU Hak Cipta tentang Fair Use · Am Badar — Complete Guide to Music Copyright Laws in Indonesia
Petarico bukan satu-satunya cara mendengarkan musik offline. Ini beberapa alternatif dan kapan masing-masing lebih cocok.
Playlist algoritma terbaik, katalog internasional paling lengkap. Download offline hanya di Premium — dan file terkunci di dalam aplikasi, tidak bisa dicopy ke USB atau sound system. Cocok kalau kamu dengarkan musik di HP saja dan suka rekomendasi otomatis.
Populer di Asia Tenggara dengan katalog lokal yang kuat — dangdut koplo, pop Melayu, K-pop cover. JOOX VIP memungkinkan download offline di dalam app. Sama seperti Spotify, file terkunci di app.
Kalau kamu sudah banyak pakai YouTube, ini menghilangkan semua iklan YouTube (bukan hanya musik) dan memungkinkan putar audio dengan layar mati. Download offline tersedia tapi terkunci di app.
/v1/public-stats diluncurkan.Halaman ini akan diperbarui minimal sekali per kuartal. Update berikutnya dijadwalkan: Juli 2026.
UU Hak Cipta No. 28/2014 Pasal 46 mengizinkan 1 salinan untuk kepentingan pribadi. Pasal ini belum diperbarui secara eksplisit untuk download digital, tapi tidak ada putusan pengadilan Indonesia yang menghukum individu karena download untuk kepentingan pribadi. Penegakan hukum fokus pada pembajakan komersial. Untuk penggunaan komersial, konsultasi pengacara.
Bisa. Petarico itu website, bukan aplikasi. Selama ada browser Chrome atau Samsung Internet yang cukup baru, Petarico jalan. Tidak perlu install, tidak pakai memori besar.
Karena tes dengar buta menunjukkan mayoritas pendengar tidak bisa membedakan keduanya di HP dan earphone biasa. 320 kbps cuma menggandakan ukuran file tanpa manfaat suara yang bisa didengar.
Petarico tidak punya iklan pop-up, tidak perlu daftar akun, tidak install app, dan file dihapus dari server dalam 1 jam. Media Indonesia sendiri sudah memperingatkan bahwa banyak situs download lagu gratis penuh iklan agresif dan berisiko malware. Petarico dijalankan oleh satu orang software engineer dengan server yang dibayar sendiri.
File yang kamu download dihapus dari server dalam 1 jam. Petarico menggunakan Google Analytics untuk memahami penggunaan situs secara agregat (misalnya: halaman mana yang paling sering dikunjungi), tapi tidak ada akun pengguna, tidak ada Facebook Pixel, dan tidak ada cookie pelacak pihak ketiga selain GA. Counter agregat yang bisa dilihat di /v1/public-stats adalah satu-satunya log, dan itu tanpa data pribadi.

Soma Yano — Software engineer Jepang, lulusan Universitas Shizuoka (2023), saat ini bekerja di HCLTech. Petarico adalah proyek pribadi yang saya jalankan sendiri, dengan biaya server dari gaji sendiri. Halaman lengkap → · LinkedIn ↗